Pentingnya Pendidikan Tasawuf dan Ilmu Kalam

Oleh: Arif Pranata Mustapa

"Kehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui penyempurnaan kurikulum. Pendidikan yang berkualitas tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis dan kompetitif.

Dalam konteks madrasah, agar outputnya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, kurikulum madrasah dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntuan desentralisasi. Dengan cara seperti itu, madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya.

Dalam konteks ini, peranan dan efektivitas pendidikan agama di madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sangat penting. Asumsinya adalah jika pendidikan agama termasuk tasawuf/ilmu kalam yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dan akhlak Islami, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.

Pendidikan tasawuf/ilmu kalam di madrasah aliyah sebagai bagian yang integral dari pendidikan agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara substansi mata pelajaran tasawuf/ilmu kalam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) atau cara berteologi dan berakhlak tasawuf dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pertumbuhan tersebut, disusunlah kurikulum nasional mata pelajaran tasawuf/ilmu kalam untuk madrasah yang berbasis kompetensi dasar yang mencerminkan keberagaman kebutuhan peserta didik secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum tasawuf/ilmu kalam dan pelaksanaan pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan madrasah."

Post a Comment

0 Comments